Jakarta, Gotrade News - Investor Tesla, Inc. tampaknya lebih peduli pada janji masa depan Elon Musk daripada angka penjualan mobil saat ini. Namun, kamu perlu memahami risiko nyata di balik euforia kendaraan otonom yang menopang harga saham tersebut.
Key Takeaways
- Tesla diperkirakan melaporkan penurunan pengiriman kendaraan sebesar 11 hingga 15 persen untuk kuartal IV.
- Estimasi penjualan tahun 2026 telah dipangkas drastis oleh Wall Street dari 3 juta menjadi 1,8 juta unit.
- Valuasi saham kini sangat bergantung pada keberhasilan visi Robotaxi, bukan lagi penjualan mobil ritel.
Baca Juga: Rotasi Tren AI: Data Center Jadi Primadona S&P 500 2025
Menurut data yang dihimpun Bloomberg, Tesla diperkirakan mengirimkan sekitar 440.900 kendaraan di kuartal IV, turun 11 persen dari tahun lalu. Tesla bahkan merilis estimasi internal yang lebih pesimis dengan prediksi penurunan hingga 15 persen.
Wall Street juga telah memangkas ekspektasi pertumbuhan untuk tahun 2026 secara signifikan. Dua tahun lalu, analis memprediksi Tesla bisa mengirim 3 juta unit tahun ini, namun angka rata-rata tersebut kini anjlok ke level 1,8 juta.

Garrett Nelson, analis ekuitas di CFRA Research, menyebut bahwa investor kini sepenuhnya fokus pada prospek perusahaan 5 hingga 10 tahun ke depan. Pasar cenderung mengabaikan data finansial jangka pendek demi bertaruh pada visi kendaraan otonom Musk.
Faktor Kompetisi dan Regulasi
Di pasar global, dominasi Tesla, Inc. semakin tergerus oleh kompetitor asal Tiongkok. BYD kemungkinan besar kembali mengungguli penjualan kendaraan listrik baterai Tesla untuk kuartal kelima berturut-turut.

Tantangan tahun 2026 makin berat karena AS telah menghentikan kredit pajak federal untuk pembelian kendaraan listrik. Musk sendiri telah memperingatkan bahwa perubahan kebijakan ini berpotensi memicu "beberapa kuartal yang sulit" bagi perusahaan.
Dampak kebijakan ini juga dirasakan oleh pabrikan lain seperti Ford Motor Company. Ford baru saja mengumumkan beban biaya sekitar USD 19,5 miliar akibat pembatalan proyek baterai dan EV yang dinilai tidak lagi menguntungkan.
Gene Munster dari Deepwater Asset Management menilai investor telah sepenuhnya membeli visi otonom Musk sebagai kompensasi atas bisnis EV yang stagnan. Menurutnya, Elon hanya perlu menstabilkan bisnis mobil tahun depan untuk menjaga kepercayaan pasar tetap tinggi.
Baca Juga: Dua Kandidat Saham yang Akan IPO 2026 Ini Punya Valuasi Fantastis
Referensi:
- Bloomberg, Tesla Sales Outlook Darkens Despite Musk’s Self-Driving Euphoria. Diakses pada 2 Januari 2026
- Featured Image: Shutterstock
Disclaimer
PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.











