Gotrade News - Palantir Technologies dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal keempat tahun 2025 pada hari Senin (02/02) setelah penutupan pasar AS. Momen ini menjadi ujian krusial bagi investor untuk melihat apakah pertumbuhan permintaan kecerdasan buatan (AI) perusahaan mampu menjustifikasi valuasi sahamnya yang premium.
Pasar menaruh harapan tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi yang membayangi sektor perangkat lunak sepanjang awal tahun ini. Kamu perlu memperhatikan laporan ini karena pergerakan harga saham Palantir sering kali menjadi indikator sentimen bagi tren saham AI lainnya secara keseluruhan.
Key Takeaways:
-
Konsensus analis memproyeksikan pertumbuhan pendapatan Palantir bisa melonjak lebih dari 60% secara tahunan (YoY).
-
Pasar opsi memperkirakan potensi pergerakan harga saham yang ekstrem hingga 9% setelah rilis laporan.
-
Meski fundamental kuat, kekhawatiran valuasi yang terlalu tinggi membuat analis terpecah antara rekomendasi "beli" dan "tahan".
Lonjakan Pendapatan vs Ekspektasi Pasar
Menurut data yang dihimpun oleh Zacks, Palantir diperkirakan mencatatkan pendapatan sebesar US$1,4 miliar pada kuartal ini atau naik 62,8% dibanding tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh segmen komersial yang diprediksi melonjak 73,5% dan segmen pemerintah yang tumbuh 55,4% berkat adopsi platform AI mereka.
Laporan dari StockStory mencatat estimasi pendapatan yang sedikit lebih konservatif di angka US$1,34 miliar dengan laba per saham (EPS) yang disesuaikan sebesar US$0,23. Palantir memiliki rekam jejak solid dalam melampaui ekspektasi Wall Street dengan rata-rata kejutan pendapatan sebesar 4,4% selama dua tahun terakhir.

Platform analytics tersebut juga mencatat bahwa investor perlu mewaspadai volatilitas harga saham jangka pendek. Berdasarkan data StockStory, saham Palantir telah turun sekitar 12,3% dalam sebulan terakhir menjelang rilis laporan ini.
Risiko Volatilitas dan Valuasi Premium
Laporan dari Indexbox menyoroti bahwa pasar opsi memperhitungkan pergerakan harga setidaknya 9% ke arah atas atau bawah pada akhir minggu ini. Jika sentimen positif, harga saham bisa kembali mendekati level US$158, namun risiko penurunan ke level US$133 tetap terbuka jika laporan mengecewakan.
Kekhawatiran utama investor saat ini bukan pada kemampuan eksekusi bisnis, melainkan pada valuasi saham yang dianggap sudah terlalu mahal setelah reli besar tahun 2025. Indexbox menyebutkan bahwa saham Palantir saat ini diperdagangkan hampir 30% di bawah rekor tertingginya pada November lalu akibat rotasi investor ke sektor hardware.
Analisis dari Zacks menunjukkan bahwa model prediksi mereka saat ini tidak memberikan sinyal earnings beat yang konklusif untuk kuartal ini. Kombinasi peringkat Zacks Rank #3 (Hold) dan Earnings ESP sebesar 0,00% menandakan ketidakpastian yang cukup tinggi menjelang pengumuman resmi.

Di sisi lain, perbandingan dengan raksasa teknologi lain tetap relevan untuk melihat peta persaingan jangka panjang. StockStory menyebutkan bahwa prinsip dominasi pasar yang dulu diterapkan oleh Microsoft dan Apple kini mulai terlihat pada perusahaan software enterprise yang memanfaatkan kapabilitas Generative AI.
Walaupun terjadi perdebatan mengenai valuasi, target harga rata-rata analis untuk Palantir masih berada di angka US$189,84 menurut data StockStory. Angka ini mengindikasikan potensi kenaikan yang cukup signifikan dari harga perdagangan saat ini jika perusahaan mampu membuktikan keberlanjutan pertumbuhannya.
Tertarik Memiliki Saham AI Paling Hits Ini?
Perhatian pasar tertuju penuh pada Palantir Earnings malam ini, dan volatilitas yang terjadi bisa menjadi peluang bagi investor yang jeli.
Apakah kamu percaya Palantir akan kembali mencetak rekor dan melampaui ekspektasi pasar?
Jangan hanya jadi penonton tren AI, ambil langkah nyata untuk portofolio kamu sekarang dengan biaya komisi yang super rendah.
Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.
Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!
Referensi:
-
StockStory, Palantir Technologies (PLTR) Reports Earnings Tomorrow: What To Expect. Diakses pada 2 Februari 2026
-
Zacks, Palantir Gears Up to Report Q4 Earnings: What's in the Offing?. Diakses pada 2 Februari 2026
-
Indexbox, Palantir Stock Faces Volatile Week Following Q4 Earnings Report. Diakses pada 2 Februari 2026
-
Featured Image: Shutterstock











