Jakarta, Gotrade News - Jim Cramer baru saja mengungkapkan bahwa The Boeing Company merupakan saham yang paling ingin ia miliki memasuki tahun 2026. Melalui unggahan di media sosial X, Cramer menyebut raksasa dirgantara ini sebagai posisi besar dalam portofolio amal miliknya.
Key Takeaways
-
Jim Cramer mengonfirmasi The Boeing Company sebagai saham yang paling ingin dimiliki pada awal 2026.
-
Kenaikan harga saham sebesar 43% dalam setahun terakhir didorong oleh efisiensi produksi dan kepemimpinan CEO baru.
-
Analis Bernstein memproyeksi target harga Boeing naik hingga $277 karena permintaan pesawat yang melampaui pasokan.
Baca Juga: Venezuela Bebaskan Warga AS: Sinyal Stabilitas Baru?
Menurut laporan dari Finbold, Cramer memberikan pujian khusus kepada CEO Kelly Ortberg yang dinilai berhasil membawa perusahaan menunjukkan kekuatan besar di pasar. Ia menyoroti kemenangan kontrak dari Delta Air Lines, Inc. sebagai bukti kemampuan Boeing mencetak margin keuntungan yang tinggi.

Kepercayaan Cramer terhadap emiten berkode BA ini telah terbukti menguntungkan setelah harga sahamnya melonjak 43% dalam satu tahun terakhir. Data pasar menunjukkan saham Boeing kini diperdagangkan di level $243,72 dengan tren pergerakan yang terus menguat.

Dalam program Squawk on the Street, Cramer menekankan bahwa permintaan pesawat Boeing saat ini sangat tinggi bahkan melampaui kapasitas pasokan hingga tahun 2030. Kondisi kelangkaan pasokan ini menjadi katalis utama yang menjaga momentum kenaikan harga saham dalam jangka panjang.
Dukungan analis terhadap Boeing juga semakin solid dengan adanya revisi target harga dari beberapa institusi keuangan besar. Menurut catatan dari Bernstein, target harga saham Boeing diproyeksikan merangkak naik dari $267 menuju level $277 per lembar.
Cramer berpendapat bahwa Ortberg telah melakukan langkah tepat dengan memprioritaskan keamanan dan kualitas produksi sebelum berurusan lebih jauh dengan FAA. Strategi manajemen yang fokus pada perbaikan fundamental ini dianggap sebagai kunci utama kepercayaan investor saat ini.
Optimisme terhadap sektor dirgantara ini muncul di tengah sikap skeptis Cramer terhadap saham sektor minyak. Ia mulai mengalihkan perhatian dari komoditas energi setelah adanya intervensi kebijakan pemerintah Amerika Serikat di wilayah Venezuela.
Baca Juga: Ancaman Dana Federal Trump: Dampak ke Ekonomi Negara Bagian AS
Bagi investor, konsistensi Boeing dalam mengamankan pesanan besar menjadi sinyal pemulihan operasional yang signifikan. Fokus perusahaan pada efisiensi manufaktur diharapkan dapat terus memperlebar margin keuntungan di tengah kompetisi global yang ketat.
Referensi:
-
Finbold, Jim Cramer reveals the stock he ‘wanted to own most’ for 2026. Diakses pada 14 Januari 2026
-
Featured Image: Shutterstock











