Investasi Amazon di Saks Terancam Hangus, Ini Pemicunya

Investasi Amazon di Saks Terancam Hangus, Ini Pemicunya

Share this article

Jakarta, Gotrade News - Amazon.com, Inc. secara terbuka menentang rencana pendanaan kebangkrutan Saks Global Enterprises di pengadilan. Langkah ini diambil setelah Amazon menilai investasi ekuitas mereka di peritel mewah tersebut kini 'secara asumptif tidak bernilai'.

Dalam dokumen pengadilan yang diajukan Rabu malam, Amazon menyebut Saks telah melanggar kesepakatan terkait penjualan produk di platform e-commerce mereka. Raksasa teknologi ini menolak skema pembiayaan baru senilai US$1,75 miliar yang dinilai akan merugikan posisi kreditur tanpa jaminan seperti Amazon.

Key Takeaways

  • Amazon menyebut investasi ekuitas senilai US$475 juta di Saks kini tidak memiliki nilai.

  • Saks dituduh melanggar perjanjian peluncuran "Saks on Amazon" dan gagal memenuhi target anggaran.

  • Hakim menyetujui pendanaan darurat meski ada penolakan, karena risiko likuidasi total.

Amazon sebelumnya menanamkan modal sebesar US$475 juta pada 2024 untuk memfasilitasi akuisisi Neiman Marcus oleh Saks. Investasi strategis ini sebenarnya disertai syarat peluncuran fitur "Saks on Amazon" dan jaminan pembayaran US$900 juta selama delapan tahun.

Menurut dokumen pengadilan, Amazon menuduh Saks gagal memenuhi target anggaran dan menghabiskan ratusan juta dolar dalam waktu kurang dari setahun. Amazon mengklaim manajemen keuangan yang buruk telah memicu tumpukan tagihan tak terbayar kepada mitra ritel.

Risiko Likuidasi

Di sisi lain, penasihat Saks bersaksi bahwa perusahaan menghadapi risiko likuidasi total jika tidak segera mendapatkan akses dana segar. Mark Weinsten, Chief Restructuring Officer Saks, menyebut perusahaan 'akan mati' tanpa pembiayaan untuk membayar vendor dan gaji.

Hakim Kebangkrutan AS Alfredo Perez akhirnya mengizinkan Saks melakukan penarikan awal sebesar US$400 juta demi menjaga kelangsungan operasional. Keputusan ini diambil meski Amazon berargumen bahwa pembiayaan tersebut akan membebani Saks dengan kewajiban utang baru yang masif.

Konflik legal ini menyoroti tantangan strategi ekspansi ritel fisik Amazon melalui jalur kemitraan investasi. Bagi investor, kegagalan investasi ini menjadi catatan penting dalam evaluasi alokasi modal perusahaan di sektor ritel tradisional.

Referensi:


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade