Jakarta, Gotrade News - Emas berpotensi melanjutkan tren positif setelah mencatat kenaikan lebih dari 75 persen sepanjang tahun lalu. Kondisi ketidakpastian ekonomi global membuat instrumen ini tetap menjadi primadona bagi banyak investor.
Key Takeaways
-
Target harga emas mencapai $5.000 per ons pada kuartal keempat 2026.
-
Investor mulai beralih ke ETF emas dengan struktur biaya transaksi lebih rendah.
-
Permintaan dari bank sentral dan pasar Asia tetap menjadi motor penggerak utama.
Baca Juga: Laba JPMorgan Tergerus Portofolio Apple, Investor Waspada
Menurut laporan dari JPMorgan Chase & Co., harga emas diperkirakan menyentuh level $5.000 per ons. Proyeksi ini didukung oleh tingginya permintaan dari bank sentral dan institusi keuangan dunia.
Laporan dari Bank of America Corporation juga memberikan nada optimis serupa terhadap pergerakan logam mulia. Mereka melihat adanya potensi penguatan yang signifikan hingga akhir tahun ini.
Tren investasi emas kini bergeser dari dana konvensional menuju ETF mikro yang lebih efisien. Langkah ini diambil investor untuk menekan biaya operasional di tengah rekor harga yang tinggi.
Berdasarkan data World Gold Council, aliran modal masuk ke ETF global terjadi selama enam bulan berturut-turut. Wilayah Asia menjadi pemimpin dalam akumulasi aset ini sebagai lindung nilai risiko pasar.
Faktor Penentu Pergerakan Berikutnya
Analis memprediksi ETF pertambangan emas akan memberikan performa yang lebih mengkilap dibandingkan aset fisiknya. Hal ini didorong oleh efisiensi operasional perusahaan tambang saat harga jual produk meningkat.
Sektor tambang seringkali memberikan imbal hasil eksponensial ketika pasar emas sedang berada dalam fase bullish. Namun, investor tetap perlu memperhatikan volatilitas yang biasanya melekat pada saham sektor pertambangan.
Salah satu pilihan menarik adalah instrumen dengan rasio biaya rendah sekitar 0,1 persen. Pilihan seperti ini sangat membantu investor ritel dalam mengoptimalkan profit jangka panjang mereka.
Dominasi permintaan dari China dan India diperkirakan akan terus berlanjut sepanjang tahun 2026. Faktor budaya dan ekonomi di kawasan tersebut memperkuat posisi emas sebagai aset aman utama.
Baca Juga: Analis Wall Street Prediksi Saham AMD Naik ke $270
Dengan momentum yang kuat, tahun ini bisa menjadi waktu tepat untuk meninjau kembali alokasi aset. Kejelasan strategi investasi akan menentukan hasil akhir di tengah fluktuasi pasar global.
Referensi:
-
The Daily Upside, 5 Gold ETFs With Glittering Prospects in 2026. Diakses pada 14 Januari 2026
-
Featured Image: Shutterstock











