Jakarta, Gotrade News - Rencana Presiden Trump membatasi bunga kartu kredit di level 10 persen menuai peringatan keras dari para pimpinan bank terbesar di Amerika Serikat. Kebijakan ini dinilai berisiko mematikan akses kredit bagi mayoritas konsumen dan menekan pertumbuhan ekonomi secara luas karena belanja masyarakat akan terhambat.
Key Takeaways
-
Presiden Trump mengusulkan batas atas bunga kartu kredit 10 persen efektif mulai 20 Januari 2026.
-
Para CEO bank memperingatkan bahwa kebijakan ini akan membuat akses kartu kredit hanya tersedia bagi orang kaya.
-
Penurunan akses kredit dikhawatirkan berdampak domino pada sektor ritel, perjalanan, dan PDB AS.
Saat ini rata-rata bunga kartu kredit di AS berada di kisaran 21 persen dengan total utang beredar mencapai US$1,23 triliun.
Menurut data Federal Reserve Bank of New York yang dikutip Investopedia, segmen kartu kredit menyumbang keuntungan empat kali lipat dari rata-rata industri perbankan.
Pemangkasan bunga secara drastis dinilai akan membuat produk ini tidak lagi menguntungkan bagi perbankan sehingga penerbitan kartu akan diperketat secara agresif.
CEO Citigroup Inc. Jane Fraser menegaskan bahwa mayoritas konsumen dan bisnis akan kehilangan akses ke kartu kredit jika aturan ini berlaku.
Fraser menyebut dalam panggilan pendapatan perusahaan bahwa masyarakat akan terpaksa mencari alternatif pinjaman yang lebih predator karena kartu kredit hanya akan diberikan kepada orang kaya.
Senada dengan Fraser, CEO JPMorgan Chase & Co. James Dimon menilai kontrol harga ini akan menekan margin keuntungan secara drastis.
Dimon memperingatkan bahwa orang-orang yang paling membutuhkan kredit justru akan kehilangan akses tersebut yang berujung pada konsekuensi negatif bagi ekonomi makro.
Dampak ke Sektor Lain
Pembatasan akses kredit ini tidak hanya merugikan perbankan, tetapi juga sektor riil yang bergantung pada daya beli konsumen.
Fraser menambahkan bahwa efek domino akan terasa pada sektor ritel, perjalanan, dan perhotelan yang berpotensi memperlambat PDB Amerika Serikat.
Sementara itu, CEO Bank of America Corporation Brian Moynihan menyoroti bahwa batas kredit bagi pemegang kartu yang ada saat ini juga kemungkinan akan dipangkas.
Menurut Moynihan, pembatasan ini harus ditimbang ulang dengan niat awal pemerintah untuk membuat biaya hidup lebih terjangkau.
Di sisi lain, saham perusahaan jasa keuangan sempat turun merespons usulan yang ditargetkan mulai berlaku pada 20 Januari ini.
CEO LendingTree Scott Peyree justru melihat peluang bahwa konsumen akan beralih ke pinjaman pribadi jika bank berhenti menerbitkan kartu kredit baru.
Referensi:
-
Seeking Alpha, Bank CEOs push back against Trump’s call for credit card interest rate cap. Diakses pada 15 Januari 2026
-
Investopedia, Bank Execs Say Trump's Credit-Card Interest Rate Idea Is Bad for Consumers—and Business. Diakses pada 15 Januari 2026
-
Featured Image: Shutterstock











