Jakarta, Gotrade News - Chevron (CVX) kini menjadi sorotan utama investor global setelah adanya sinyal kuat perubahan rezim di Venezuela.
Perusahaan ini adalah satu-satunya raksasa minyak AS yang masih memiliki operasional aktif di negara tersebut.
Key Takeaways
- Chevron memiliki infrastruktur aktif saat kompetitor harus memulai kembali dari nol.
- Presiden Trump menyatakan perusahaan minyak AS akan investasi besar di Venezuela.
- Analis Wall Street menargetkan kenaikan harga saham Chevron hingga 10 persen.
Presiden Donald Trump baru saja menyatakan bahwa perusahaan minyak besar akan mengucurkan miliaran dolar.
Laporan media menyebut ini sebagai upaya strategis untuk membangkitkan kembali infrastruktur energi Venezuela yang rusak.
Kondisi ini memberikan keuntungan kompetitif masif bagi Chevron dibandingkan rival utamanya yang sudah lama hengkang.
Perusahaan seperti Exxon Mobil Corporation dan ConocoPhillips diketahui telah meninggalkan pasar Venezuela bertahun-tahun lalu.
Menurut analisis Seeking Alpha, Chevron bertahan karena perjanjian khusus pembayaran utang melalui produksi minyak.
Posisi unik ini diprediksi akan mendorong sentimen positif terhadap pergerakan harga saham Chevron di pasar.

Data pasar dari analis Wall Street menunjukkan target harga rata-rata berada di level 172,08 dolar AS.
Meski demikian, stabilitas politik Venezuela tetap menjadi faktor risiko utama yang perlu diwaspadai investor.

Analis memperingatkan bahwa sejarah kudeta di negara tersebut bisa membatasi potensi keuntungan jangka panjang.
Referensi:
- Seeking Alpha, Chevron stock: What the Ratings say. Diakses pada 5 Januari 2026
- Seeking Alpha, Chevron: Tight Spot In Venezuela. Diakses pada 5 Januari 2026
- Featured Image: Shutterstock
Disclaimer
PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.











