Trading Saham Energi & Komoditas saat Perang: Peluang & Risiko

Trading Saham Energi & Komoditas saat Perang: Peluang & Risiko

Share this article

Berita perang hampir selalu memicu reaksi cepat di pasar energi dan komoditas. Harga minyak, gas, dan saham sektor energi bisa bergerak tajam hanya dalam hitungan menit setelah headline muncul. Bagi trader, kondisi ini terlihat menarik karena potensi pergerakan besar dalam waktu singkat.

Namun, trading saham energi saat berita perang juga membawa risiko yang jauh lebih tinggi dibanding kondisi pasar normal. Volatilitas ekstrem, spread melebar, dan slippage menjadi tantangan utama. Artikel ini membahas bagaimana trader sebaiknya menyikapi kondisi ini secara realistis dan disiplin.

Karakter Trading Saham Energi Saat Berita Perang

Trading berbasis news berbeda dengan trading teknikal normal.

Saat berita perang muncul, pasar tidak bergerak secara linier. Harga sering melonjak, lalu berbalik arah dengan cepat karena pelaku pasar bereaksi terhadap informasi yang belum lengkap.

Pergerakan ini menciptakan peluang, tetapi juga meningkatkan risiko kesalahan eksekusi secara signifikan.

Volatilitas Tinggi: Peluang Sekaligus Ancaman

Lonjakan harga dalam waktu singkat

Berita perang sering memicu lonjakan harga minyak dan saham energi dalam waktu sangat singkat. Candle besar muncul di timeframe kecil, membuat range intraday melebar drastis.

Bagi trader, ini membuka potensi profit cepat, tetapi juga memperbesar risiko loss jika arah salah.

Perubahan arah yang cepat dan tidak terduga

Headline lanjutan, klarifikasi berita, atau pernyataan pejabat bisa mengubah sentimen pasar dalam hitungan menit. Harga yang awalnya naik tajam bisa berbalik turun tanpa peringatan teknikal yang jelas.

Volatilitas ini membuat strategi biasa kurang efektif.

Noise lebih dominan daripada struktur

Di fase awal berita perang, pergerakan harga lebih didorong oleh emosi dan reaksi instan, bukan struktur tren yang rapi. Support dan resistance sering ditembus dengan mudah.

Trader perlu menyadari bahwa validitas sinyal teknikal menurun sementara.

Risiko Spread dan Slippage yang Membesar

Spread melebar saat likuiditas terganggu

Saat volatilitas meningkat, market maker menaikkan spread untuk mengimbangi risiko. Akibatnya, biaya implisit trading ikut naik.

Trader yang masuk dengan market order langsung membayar spread yang lebih mahal.

Slippage saat eksekusi order

Slippage terjadi ketika order tereksekusi di harga yang berbeda dari yang diharapkan. Dalam kondisi berita perang, slippage bisa jauh lebih besar dari biasanya.

Stop loss pun tidak selalu tereksekusi di level yang diinginkan.

Dampak ke risk-reward

Spread dan slippage yang membesar mengubah perhitungan risk-reward. Setup yang terlihat menarik di chart bisa menjadi tidak masuk akal setelah memperhitungkan biaya eksekusi.

Trader perlu menyesuaikan ekspektasi.

Menurut CMC Markets, risiko slippage meningkat signifikan saat trading berbasis news karena lonjakan order dan penurunan likuiditas sementara.

Tantangan Psikologis Trading Saat News Perang

Trading saat berita perang tidak hanya soal teknikal, tetapi juga psikologi.

FOMO sering muncul ketika melihat harga bergerak cepat. Trader terdorong masuk tanpa rencana jelas karena takut ketinggalan.

Di sisi lain, fear juga meningkat ketika pergerakan berlawanan terjadi sangat cepat. Kombinasi emosi ini sering menghasilkan keputusan impulsif.

Disiplin menjadi jauh lebih penting dibanding kondisi pasar normal.

Pentingnya Disiplin Eksekusi bagi Trader

Menentukan apakah perlu trading atau tidak

Keputusan paling penting sering kali adalah tidak trading. Tidak semua kondisi pasar harus dimanfaatkan.

Jika volatilitas terlalu ekstrem dan spread tidak masuk akal, menunggu adalah strategi yang sah.

Mengurangi ukuran posisi

Jika tetap trading, ukuran posisi sebaiknya dikurangi. Risiko per poin harga meningkat saat volatilitas melonjak.

Ukuran posisi yang lebih kecil membantu menjaga kontrol risiko.

Menghindari entry berbasis headline pertama

Headline awal sering diikuti koreksi cepat. Trader yang masuk terlalu cepat berisiko terjebak di harga ekstrem.

Menunggu reaksi pasar sedikit lebih stabil sering kali lebih rasional.

Menggunakan order type dengan sadar

Market order memberi kepastian eksekusi, tetapi berisiko slippage besar. Limit order memberi kontrol harga, tetapi berisiko tidak terisi.

Trader perlu memahami trade-off ini sebelum masuk pasar.

Kesalahan Trading Saham Energi

Kesalahan paling umum adalah memperlakukan kondisi news seperti kondisi normal. Strategi yang biasa bekerja bisa gagal total saat volatilitas melonjak.

Kesalahan lain adalah overconfidence setelah satu trade berhasil. Trader lalu meningkatkan ukuran posisi di kondisi yang semakin tidak stabil.

Banyak trader juga mengabaikan biaya implisit seperti spread dan slippage, padahal dampaknya signifikan.

Menurut Bloomberg, sebagian besar kerugian trader ritel saat news besar berasal dari eksekusi buruk, bukan dari arah pasar yang salah.

Pendekatan yang Lebih Sehat untuk Trader

Pendekatan yang lebih sehat adalah melihat berita perang sebagai konteks risiko, bukan sinyal trading wajib.

Trader bisa menggunakan pergerakan awal sebagai informasi tentang sentimen, lalu menunggu struktur harga terbentuk kembali.

Fokus pada kualitas setup dan eksekusi lebih penting daripada frekuensi transaksi.

Kesimpulan

Trading saham energi dan komoditas saat berita perang menawarkan volatilitas tinggi yang menarik, tetapi disertai risiko besar. Spread melebar, slippage meningkat, dan struktur harga menjadi kurang reliabel.

Bagi trader, kunci utamanya bukan keberanian mengambil risiko, tetapi disiplin eksekusi dan kontrol posisi. Mengetahui kapan harus trading dan kapan harus menahan diri sering kali menjadi pembeda utama antara hasil yang berkelanjutan dan kerugian yang tidak perlu. Mulai trading dengan eksekusi yang lebih disiplin di Gotrade sekarang, modal mulai Rp15.000 saja.

FAQ

Apakah trading saham energi cocok saat berita perang?
Cocok untuk trader berpengalaman, tetapi risikonya jauh lebih tinggi dari kondisi normal.

Kenapa spread dan slippage membesar saat news?
Karena likuiditas terganggu dan market maker menaikkan proteksi risiko.

Apa strategi terbaik saat volatilitas ekstrem?
Mengurangi ukuran posisi atau tidak trading sama sekali sering menjadi pilihan paling rasional.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade