7 Strategi Investasi dan Trading saat Bull Market

7 Strategi Investasi dan Trading saat Bull Market

Share this article

Bull market adalah fase pasar ketika harga aset cenderung naik secara konsisten dalam periode yang relatif panjang. Kondisi ini sering ditandai dengan optimisme tinggi, arus dana masuk ke pasar saham, dan meningkatnya minat investor maupun trader.

Dalam market bullish, peluang terlihat lebih banyak, tetapi risiko kesalahan juga ikut membesar karena euforia sering mengaburkan disiplin.

Strategi investasi dan trading saat bull market tidak cukup hanya "ikut naik". Fokus utamanya adalah memaksimalkan peluang pertumbuhan sambil tetap mengendalikan risiko, agar keuntungan yang sudah tercapai tidak hilang karena keputusan impulsif di fase euforia.

Strategi Investasi dan Trading saat Bull Market

1. Fokus pada aset growth dan sektor yang memimpin

Dalam bull market, saham growth dan sektor yang menjadi pemimpin tren biasanya memberikan kinerja terbaik.

Sektor teknologi, consumer discretionary, atau industri yang diuntungkan siklus ekonomi sering menjadi motor utama kenaikan pasar.

Bagi investor, melansir IG Group, pendekatan ini bisa dilakukan dengan:

  • Menambah eksposur secara bertahap pada sektor pemimpin.
  • Memprioritaskan perusahaan dengan pertumbuhan pendapatan dan margin yang jelas.
  • Menghindari terlalu banyak saham tanpa thesis yang kuat.

Namun, fokus pada growth bukan berarti mengabaikan kualitas bisnis.

2. Riding the trend, bukan melawan arah pasar

Bull market adalah lingkungan yang ideal untuk strategi mengikuti tren. Melawan arah pasar atau terlalu cepat mengambil profit sering membuat investor tertinggal dari tren utama.

Bagi trader, riding the trend berarti:

  • Mengikuti higher high dan higher low.
  • Menghindari shorting tanpa sinyal kuat.
  • Memberi ruang pada posisi yang sudah berjalan baik.

Dalam market bullish, kesabaran sering lebih menguntungkan daripada terlalu aktif.

3. Gunakan ETF sebagai fondasi portofolio

ETF indeks atau ETF sektor dapat menjadi fondasi yang stabil saat bull market. ETF membantu investor mendapatkan eksposur luas tanpa harus menebak saham mana yang akan outperform.

Pendekatan ini cocok untuk:

  • Investor yang ingin menangkap tren pasar secara keseluruhan.
  • Mengurangi risiko salah pilih saham individual.
  • Menjaga konsistensi tanpa monitoring intensif.

Saham individual bisa ditambahkan sebagai pelengkap, bukan pengganti fondasi.

4. Manfaatkan pullback, bukan mengejar harga

Salah satu kesalahan umum saat market bullish adalah mengejar harga yang sudah terlalu jauh naik. Bull market tetap memiliki koreksi jangka pendek yang sehat.

Pullback ke area support sering memberikan entry yang lebih rasional, baik untuk investasi tambahan maupun trading. Pendekatan ini membantu menjaga risk-reward tetap sehat.

5. Tetapkan aturan risk management sejak awal

Bull market sering membuat manajemen risiko terasa "tidak penting". Padahal, fase inilah yang paling sering memicu overconfidence.

Beberapa prinsip penting:

  • Tetap gunakan stop loss untuk trading.
  • Atur ukuran posisi agar tidak terlalu besar.
  • Jangan menambah posisi hanya karena euforia pasar.

Keuntungan besar lebih mudah hilang dibanding didapat.

6. Kontrol euforia dan ekspektasi berlebihan

Market bullish sering melahirkan narasi "this time is different". Harga naik terus, media ramai memberitakan keuntungan besar, dan FOMO meningkat.

Investor dan trader perlu sadar bahwa:

  • Bull market tidak berlangsung selamanya.
  • Valuasi bisa menjadi tidak rasional.
  • Risiko koreksi meningkat seiring waktu.

Mengontrol euforia adalah bagian penting dari strategi bull market yang matang.

7. Review portofolio secara berkala, bukan reaktif

Review berkala membantu memastikan eksposur tetap sesuai tujuan. Dalam bull market, beberapa posisi bisa tumbuh terlalu besar dan mendominasi portofolio.

Rebalancing ringan membantu:

  • Mengunci sebagian keuntungan.
  • Mengurangi risiko konsentrasi.
  • Menjaga portofolio tetap seimbang.

Review bukan berarti sering jual beli, tetapi menjaga struktur tetap sehat.

Kesalahan yang Perlu Diwaspadai saat Bull Market

Terlalu agresif karena merasa "pasti naik"

Bull market sering memberi rasa aman palsu. Menggunakan leverage berlebihan atau menempatkan porsi terlalu besar di satu aset meningkatkan risiko kerugian besar saat tren berbalik.

Mengabaikan valuasi dan kualitas

Harga yang naik tidak selalu berarti bisnisnya sehat. Mengabaikan valuasi dan fundamental membuat investor rentan terjebak di aset yang overhyped.

Tidak punya rencana keluar

Masuk pasar saat bullish mudah, tetapi keluar tanpa rencana sering berakhir buruk. Tanpa aturan exit, keuntungan bisa berubah menjadi kerugian saat koreksi datang.

Kesimpulan

Bull market menawarkan peluang besar bagi investor dan trader, tetapi juga menguji disiplin dan kontrol emosi.

Strategi yang efektif di market bullish berfokus pada aset growth, mengikuti tren utama, dan memanfaatkan momentum tanpa kehilangan manajemen risiko.

Dengan menggunakan ETF sebagai fondasi, menambah saham secara selektif, serta menjaga kontrol terhadap euforia, investor dapat memaksimalkan potensi bull market secara lebih berkelanjutan.

Melalui akses ke berbagai saham dan ETF global di aplikasi Gotrade, investor dan trader bisa menjalankan strategi selama bull market dengan lebih fleksibel juga terukur. Download aplikasinya dan mulai trading!

FAQ

1. Apa itu bull market?
Bull market adalah kondisi pasar ketika harga aset cenderung naik dalam periode panjang dengan sentimen positif.

2. Apakah bull market aman untuk semua investor?
Tidak selalu. Risiko tetap ada, terutama jika keputusan didorong euforia.

3. Apa strategi terbaik saat market bullish?
Fokus pada growth, mengikuti tren, dan tetap disiplin dalam manajemen risiko.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade