Apa Pengaruh Spread Kecil vs Spread Besar dalam Trading?

Apa Pengaruh Spread Kecil vs Spread Besar dalam Trading?

Share this article

Dalam aktivitas trading, banyak investor fokus pada arah harga dan timing entry, tetapi sering mengabaikan satu faktor penting: spread. Padahal, spread kecil vs besar punya dampak langsung terhadap biaya transaksi, eksekusi order, dan hasil trading secara keseluruhan. Terutama bagi trader aktif, spread bisa menjadi pembeda antara strategi yang konsisten dan strategi yang diam-diam bocor.

Memahami spread membantu kamu melihat bahwa keuntungan trading bukan hanya soal benar atau salah arah, tetapi juga soal efisiensi. Artikel ini membahas pengertian spread, hubungannya dengan likuiditas trading, contoh kondisi market yang memengaruhi spread, serta perbedaan spread kecil dan besar secara praktis.

Mengenal Spread

Spread adalah selisih antara harga beli (bid) dan harga jual (ask) suatu aset. Saat kamu masuk posisi, secara otomatis kamu “membayar” spread tersebut sebagai biaya implisit.

Spread bukan biaya yang terlihat seperti komisi, tetapi dampaknya sangat nyata. Semakin lebar spread, semakin jauh harga harus bergerak agar posisi kamu mencapai titik impas. Sebaliknya, spread yang sempit membuat biaya masuk dan keluar posisi lebih efisien.

Dalam market yang likuid, spread cenderung kecil karena banyak pelaku pasar yang siap membeli dan menjual. Di market yang sepi atau tidak stabil, spread biasanya melebar sebagai kompensasi risiko bagi market maker.

Dilansir dari Laerd Statistics, bid-ask spread mencerminkan likuiditas dan efisiensi suatu pasar, sekaligus menjadi indikator biaya transaksi bagi trader.

Hubungan Likuiditas dan Spread

Likuiditas dan spread memiliki hubungan yang sangat erat.

Likuiditas tinggi, spread cenderung kecil

Likuiditas tinggi berarti banyak pembeli dan penjual aktif di berbagai level harga. Kondisi ini menciptakan persaingan antar pelaku pasar sehingga selisih bid dan ask menjadi sempit.

ETF indeks besar atau saham blue chip biasanya memiliki karakter ini.

Likuiditas rendah, spread melebar

Pada aset dengan volume rendah, jumlah order di order book terbatas. Market maker menambah spread untuk melindungi diri dari risiko pergerakan harga tiba-tiba. Akibatnya, biaya implisit trading meningkat.

Peran market maker

Market maker menyediakan likuiditas dengan memasang harga bid dan ask. Spread menjadi kompensasi atas risiko inventory dan volatilitas. Semakin tidak pasti market, semakin besar spread yang dipasang.

Dampak volatilitas terhadap spread

Volatilitas tinggi sering diikuti pelebaran spread, meskipun volume meningkat. Ini karena risiko pergerakan harga yang cepat membuat market maker lebih berhati-hati. Likuiditas dan volatilitas perlu dibaca bersamaan.

Contoh Kondisi Market yang Memengaruhi Spread

Spread tidak bersifat statis dan bisa berubah tergantung situasi pasar.

Jam perdagangan aktif

Pada jam market paling aktif, seperti pembukaan dan jam overlap sesi global, spread biasanya lebih kecil karena volume tinggi. Eksekusi cenderung lebih efisien.

Saat rilis data ekonomi

Menjelang dan sesaat setelah rilis data penting, spread sering melebar. Ketidakpastian membuat pelaku pasar menarik order atau memperlebar harga. Risiko slippage meningkat.

Market sideways dengan volume rendah

Dalam kondisi market sepi, spread bisa melebar meski volatilitas rendah. Kurangnya partisipasi membuat likuiditas menurun. Biaya trading meningkat diam-diam.

Aset niche atau kurang populer

Saham atau ETF dengan kapitalisasi kecil atau tema spesifik sering memiliki spread lebih besar dibanding aset utama. Ini penting diperhitungkan sebelum entry.

Kondisi krisis atau stress market

Saat terjadi panic selling atau krisis, spread bisa melebar ekstrem. Likuiditas mengering dan eksekusi menjadi sulit. Trading menjadi jauh lebih berisiko.

Melansir Investopedia, likuiditas pasar berperan penting dalam menjaga efisiensi transaksi dan kestabilan sistem keuangan.

Spread Kecil vs Spread Besar

Perbedaan spread kecil dan besar terlihat jelas dari berbagai aspek berikut.

Biaya transaksi

Spread kecil berarti biaya masuk dan keluar posisi rendah. Spread besar membuat biaya implisit meningkat sejak awal. Ini langsung memengaruhi profitabilitas.

Kualitas eksekusi

Dengan spread kecil, order lebih mudah dieksekusi mendekati harga yang diinginkan. Spread besar meningkatkan risiko slippage. Alhasil, trader kehilangan presisi.

Kesesuaian untuk trading aktif

Spread kecil ideal untuk day trading dan scalping. Spread besar membuat strategi jangka pendek sulit dijalankan. Edge strategi bisa hilang.

Dampak ke risk-reward

Spread besar menggeser rasio risk-reward menjadi kurang menarik. Target profit harus lebih jauh untuk menutup biaya spread. Ini meningkatkan tekanan psikologis.

Pengaruh terhadap stop loss

Spread besar bisa membuat stop loss tersentuh lebih cepat. Pergerakan kecil saja sudah cukup memicu exit. Risiko premature exit meningkat.

Kesesuaian untuk investor jangka panjang

Bagi investor jangka panjang, spread masih penting tetapi dampaknya relatif lebih kecil dibanding trader aktif. Namun tetap memengaruhi efisiensi entry.

Transparansi biaya

Spread kecil membuat biaya trading lebih transparan dan mudah dikontrol. Spread besar sering tidak disadari sebagai biaya tersembunyi. Kesalahan evaluasi kinerja sering terjadi.

Hubungan dengan likuiditas trading

Spread kecil hampir selalu menandakan likuiditas trading yang sehat. Spread besar sering menjadi sinyal peringatan soal likuiditas. Ini indikator awal risiko.

Kesimpulan

Spread kecil vs besar bukan sekadar perbedaan teknis, tetapi faktor penting yang memengaruhi biaya, eksekusi, dan konsistensi trading. Spread mencerminkan kondisi likuiditas trading dan risiko pasar yang sedang berlangsung.

Dengan memahami hubungan antara spread, likuiditas, dan kondisi market, kamu bisa memilih aset, waktu, dan strategi yang lebih efisien. Spread kecil mendukung trading aktif yang disiplin, sementara spread besar menuntut kehati-hatian ekstra.

Jika kamu ingin mengakses saham dan ETF global dengan likuiditas tinggi dan spread yang relatif efisien, aplikasi investasi Gotrade Indonesia memungkinkan kamu menjalankan strategi trading dan investasi secara lebih terukur.

FAQ

Apa itu spread dalam trading?
Spread adalah selisih antara harga beli (bid) dan harga jual (ask) suatu aset.

Kenapa spread bisa berbeda-beda?
Karena perbedaan likuiditas, volatilitas, dan kondisi market pada waktu tertentu.

Apakah spread kecil selalu lebih baik?
Untuk trading aktif, ya. Untuk investasi jangka panjang, dampaknya lebih kecil tetapi tetap perlu diperhatikan.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade