Tidak semua pasar bergerak naik atau turun dengan jelas. Ada fase ketika harga saham bergerak di kisaran yang sama selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Kondisi ini dikenal sebagai market sideways. Bagi banyak investor, fase ini terasa membosankan dan tidak produktif karena harga tidak ke mana-mana.
Namun bagi investor yang memahami options, pasar sideways justru bisa dimanfaatkan dengan pendekatan yang berbeda. Artikel ini membahas apa arti market sideways, strategi high-level yang sering digunakan investor saat saham stagnan, kapan strategi ini cocok diterapkan, serta risiko yang perlu diperhatikan.
Apa Artinya Market Sideways?
Market sideways artinya harga saham bergerak dalam rentang sempit tanpa tren naik atau turun yang jelas. Harga cenderung memantul di area support dan resistance yang sama.
Ciri umum pasar sideways antara lain:
-
Tidak ada higher high atau lower low yang konsisten
-
Breakout sering gagal
-
Volatilitas relatif menurun
Dalam kondisi ini, strategi beli-jual berbasis tren sering kurang efektif. Investor yang hanya mengandalkan kenaikan harga bisa merasa “menunggu tanpa hasil”.
Tantangan Investor saat Saham Stagnan
Saat saham tidak bergerak banyak, tantangan utama investor adalah opportunity cost. Dana sudah ditempatkan, tetapi tidak menghasilkan apa-apa.
Selain itu, investor sering terjebak dua reaksi ekstrem:
-
Terlalu cepat keluar karena frustrasi
-
Terlalu lama menunggu breakout yang tidak kunjung datang
Kondisi ini membuat pengelolaan portofolio terasa pasif dan kurang terarah.
Cara Investor Memanfaatkan Options Saat Market Sideways
Options memberi fleksibilitas karena tidak semua strategi bergantung pada pergerakan harga yang besar.
Menghasilkan pendapatan dari saham yang dimiliki
Salah satu pendekatan yang sering digunakan investor adalah covered call. Strategi ini melibatkan:
-
Memiliki saham
-
Menjual call option di atas harga pasar
Dalam kondisi sideways, harga saham cenderung tidak menembus strike price. Investor bisa memperoleh premium sebagai pendapatan tambahan, meskipun harga saham stagnan.
Memanfaatkan time decay
Saat volatilitas rendah dan harga bergerak sempit, time decay bekerja lebih dominan. Options yang dijual cenderung kehilangan nilai seiring waktu.
Bagi investor yang memahami risiko, ini membuka peluang untuk memanfaatkan waktu sebagai faktor keuntungan, bukan musuh.
Dalam market sideways, strategi options sering berfokus pada pengelolaan waktu dan volatilitas, bukan arah harga semata. Mau coba terapkan options trading? Bisa banget di Gotrade Indonesia!
Strategi High-Level yang Umum Digunakan
Melansir Angel One, penting memahami pendekatan umum options trading, misalnya:
Covered call untuk saham stagnan
Covered call sering dipilih ketika investor:
Sudah nyaman memegang saham
Tidak mengharapkan kenaikan harga signifikan dalam waktu dekat
Ingin menambah arus kas dari portofolio
Strategi ini cocok untuk saham yang bergerak datar dengan fundamental yang relatif stabil.
Pendekatan netral arah
Dalam pasar sideways, banyak strategi options bersifat netral arah. Tujuannya bukan menebak naik atau turun, tetapi mengelola risiko selama harga tetap di range tertentu. Pendekatan ini membutuhkan pemahaman struktur options dan disiplin risiko, sehingga lebih cocok setelah investor memahami dasar options.
Kapan Strategi Options Cocok Digunakan?
Options dalam pasar sideways lebih relevan ketika:
Volatilitas relatif rendah
Harga bergerak dalam range jelas
Investor sudah memahami risiko kontrak options
Jika pasar mulai menunjukkan tanda breakout kuat, strategi berbasis sideways perlu dievaluasi ulang.
Risiko Menggunakan Options di Market Sideways
Meski terdengar menarik, strategi options tetap memiliki risiko.
Risiko harga tiba-tiba breakout
Sideways tidak berarti aman. Harga bisa keluar dari range secara tiba-tiba akibat berita atau perubahan sentimen. Jika harga menembus strike price pada covered call, potensi kenaikan saham menjadi terbatas.
Risiko ekspektasi yang keliru
Banyak pemula menganggap pasar sideways sebagai kondisi “pasti aman”. Padahal, kondisi ini bisa berubah kapan saja. Tanpa rencana risiko yang jelas, strategi options bisa terasa aman di awal, tetapi bermasalah saat kondisi berubah.
Risiko psikologis
Karena keuntungan terlihat “kecil tapi rutin”, sebagian investor tergoda meningkatkan ukuran posisi tanpa perhitungan matang. Ini bisa memperbesar risiko saat terjadi pergerakan ekstrem.
Mengelola Ekspektasi saat Menggunakan Options
Dalam market sideways, tujuan utama options sering kali bukan mengejar profit besar, melainkan:
Menambah efisiensi portofolio
Mengelola waktu dan volatilitas
Menjaga disiplin risiko
Dengan ekspektasi yang realistis, strategi options bisa menjadi pelengkap, bukan sumber tekanan.
Kesimpulan
Market sideways adalah fase ketika harga saham stagnan dan strategi berbasis tren kurang efektif. Dalam kondisi ini, options memberi alternatif pendekatan yang tidak bergantung pada kenaikan harga semata.
Strategi seperti covered call sering digunakan investor untuk mengelola saham yang stagnan, tetapi tetap memiliki risiko yang perlu dipahami. Kunci utamanya adalah memahami kapan strategi ini cocok, serta siap mengevaluasi ulang saat kondisi pasar berubah.
Jika kamu ingin mempelajari cara menggunakan options secara bertahap untuk menghadapi pasar sideways, kamu bisa mengeksplorasi fitur options trading di aplikasi Gotrade dan menyesuaikannya dengan tujuan investasimu.
FAQ
Apa arti market sideways?
Market sideways artinya harga saham bergerak dalam rentang sempit tanpa tren naik atau turun yang jelas.
Apakah options cocok digunakan saat pasar stagnan?
Bisa, terutama untuk strategi yang tidak bergantung pada pergerakan harga besar, dengan risiko yang dipahami.
Apa risiko utama strategi covered call?
Potensi kenaikan saham menjadi terbatas jika harga menembus strike price secara signifikan.











