Contango dan backwardation adalah konsep penting yang sering menentukan kinerja ETF komoditas, tetapi kerap disalahpahami investor. Banyak yang melihat harga komoditas naik, lalu heran mengapa return ETF komoditas justru tertinggal.
Di sinilah peran struktur pasar berjangka seperti contango dan backwardation menjadi krusial dalam membaca risiko ETF komoditas secara lebih realistis.
ETF komoditas umumnya menggunakan kontrak berjangka, bukan menyimpan komoditas fisik. Perbedaan harga antar kontrak inilah yang membentuk contango atau backwardation.
Tanpa memahami mekanisme ini, investor mudah salah menilai potensi dan risiko ETF komoditas, terutama untuk strategi jangka menengah.
Definisi Contango dan Backwardation
Untuk memahami dampaknya, investor perlu mengenali definisi dasar kedua istilah ini.
Apa itu contango?
Contango terjadi ketika harga kontrak berjangka dengan jatuh tempo lebih panjang lebih mahal dibanding kontrak jangka pendek atau harga spot. Struktur ini umum terjadi pada komoditas dengan biaya penyimpanan tinggi.
Dalam kondisi contango, ETF komoditas harus membeli kontrak baru dengan harga lebih tinggi saat melakukan roll over.
Apa itu backwardation?
Backwardation adalah kondisi sebaliknya, yaitu ketika kontrak berjangka jangka pendek lebih mahal dibanding kontrak jangka panjang. Ini sering terjadi saat pasokan komoditas sedang ketat.
Backwardation menciptakan keuntungan tambahan saat ETF mengganti kontrak.
Perbedaan utama keduanya
Perbedaan contango dan backwardation terletak pada arah kurva harga futures. Contango memberi tekanan biaya, sementara backwardation memberi dorongan return.
Struktur inilah yang membuat kinerja ETF komoditas bisa berbeda jauh dari pergerakan harga spot.
Dampak Contango dan Backwardation pada ETF Komoditas
Konsep ini sangat menentukan hasil investasi ETF komoditas.
1. Dampak negatif contango pada return
Saat pasar berada dalam contango, ETF komoditas secara rutin menjual kontrak lama yang lebih murah dan membeli kontrak baru yang lebih mahal. Proses ini disebut roll cost.
Akibatnya, nilai ETF bisa tergerus meski harga komoditas relatif stabil.
2. Backwardation sebagai sumber return tambahan
Dalam kondisi backwardation, ETF membeli kontrak baru dengan harga lebih murah. Selisih ini disebut roll yield positif.
Backwardation dapat meningkatkan return ETF bahkan saat harga spot tidak banyak berubah.
3. Mengapa harga komoditas naik tetapi ETF stagnan
Banyak investor bingung saat harga minyak atau gas naik, tetapi ETF terkait tidak ikut naik signifikan. Penyebab utamanya sering kali adalah contango yang berkepanjangan.
Hal ini umum terjadi pada ETF minyak berbasis futures.
4. Dampak jangka menengah lebih terasa
Efek contango dan backwardation jarang terasa dalam jangka sangat pendek. Dampaknya baru terlihat jelas setelah beberapa bulan.
Inilah alasan ETF komoditas sering tidak cocok untuk strategi buy and hold tanpa evaluasi.
Dilansir dari Investopedia, struktur futures seperti contango dapat secara signifikan mengurangi kinerja ETF komoditas dalam jangka panjang.
Salah Paham soal Contango dan Backwardation
Kesalahpahaman ini cukup umum, terutama di kalangan investor pemula.
1. Mengira ETF selalu mengikuti harga spot
Banyak investor mengasumsikan ETF komoditas akan bergerak sama dengan harga komoditas di berita. Padahal, struktur futures membuat hubungan keduanya tidak selalu linier.
Asumsi ini menjadi sumber kekecewaan utama.
2. Fokus pada narasi, bukan struktur produk
Narasi makro seperti inflasi atau krisis sering mendorong minat ke komoditas. Namun, struktur ETF jarang diperhatikan.
Akibatnya, investor masuk ke produk yang tidak sesuai tujuan.
3. Kurang memahami mekanisme roll over
Proses roll over jarang dibahas secara detail dalam materi promosi ETF. Padahal, inilah sumber utama risiko ETF komoditas.
Tanpa pemahaman ini, ekspektasi return menjadi tidak realistis.
4. Menyamakan semua ETF komoditas
Tidak semua ETF komoditas memiliki struktur yang sama. Ada yang berbasis fisik, ada yang berbasis futures, dan ada yang menggunakan optimasi kontrak.
Menyamaratakan semuanya meningkatkan risiko salah pilih produk.
Melansir CME Group, pemahaman struktur instrumen merupakan bagian penting dari perlindungan investor dalam produk berbasis derivatif.
Cara Menghadapi Risiko Contango dan Backwardation
Meski tidak bisa dihindari sepenuhnya, risikonya bisa dikelola.
1. Kenali struktur ETF sebelum membeli
Langkah pertama adalah memahami apakah ETF menggunakan kontrak berjangka dan bagaimana strategi roll over-nya.
Informasi ini biasanya tersedia di prospektus ETF.
2. Gunakan ETF komoditas secara taktis
ETF komoditas lebih cocok digunakan untuk strategi jangka pendek hingga menengah, bukan investasi pasif jangka panjang.
Pendekatan taktis membantu mengurangi dampak roll cost berkepanjangan.
3. Perhatikan kondisi pasar futures
Memantau apakah pasar sedang contango atau backwardation memberi konteks penting sebelum masuk posisi.
Hal ini membantu mengatur ekspektasi return.
4. Batasi alokasi dalam portofolio
ETF komoditas sebaiknya menjadi pelengkap diversifikasi, bukan komponen utama portofolio.
Pembatasan alokasi membantu menjaga stabilitas jangka panjang.
Kesimpulan
Contango backwardation adalah faktor kunci yang menjelaskan mengapa kinerja ETF komoditas sering berbeda dari harga komoditas itu sendiri. Contango dapat menjadi drag return melalui biaya roll over, sementara backwardation justru bisa menambah keuntungan.
Kesalahan terbesar investor adalah mengabaikan struktur futures dan menganggap ETF selalu mengikuti harga spot. Dengan memahami mekanisme ini, investor dapat menggunakan ETF komoditas secara lebih rasional, terukur, dan sesuai tujuan.
Jika kamu ingin berinvestasi atau trading ETF komoditas dengan pemahaman yang lebih baik, kamu bisa mengakses berbagai ETF global tersebut melalui aplikasi Gotrade Indonesia.
FAQ
Apa itu contango dan backwardation?
Contango adalah kondisi saat kontrak futures jangka panjang lebih mahal dari jangka pendek, sedangkan backwardation adalah kondisi sebaliknya.
Mengapa contango merugikan ETF komoditas?
Karena ETF harus membeli kontrak baru dengan harga lebih mahal saat roll over, sehingga return tergerus.
Apakah semua ETF komoditas terkena contango?
Tidak. ETF berbasis fisik tidak terpengaruh langsung, sementara ETF berbasis futures sangat dipengaruhi struktur ini.











