Mean Reversion saat Trading Saham Defensif: Cara & Risiko

Mean Reversion saat Trading Saham Defensif: Cara & Risiko

Share this article

Strategi mean reversion berangkat dari asumsi bahwa harga cenderung kembali ke nilai rata-ratanya setelah bergerak terlalu jauh ke satu arah. Pendekatan ini sering kurang efektif di pasar yang sangat trending, tetapi justru lebih relevan di sektor yang pergerakannya relatif stabil. Di sinilah sektor defensif memiliki peran penting.

Dalam konteks trading defensif, sektor seperti consumer staples, utilitas, dan kesehatan cenderung bergerak dalam rentang harga yang lebih terkontrol.

Artikel ini membahas mengapa sektor defensif cocok untuk mean reversion trading dan bagaimana memahami risikonya secara rasional.

Mengapa Sektor Defensif Cocok untuk Mean Reversion Trading?

Kecocokan sektor defensif dengan mean reversion berasal dari karakter bisnis dan perilaku pasarnya.

Stabilitas permintaan dan pendapatan

Sektor defensif melayani kebutuhan dasar yang relatif tidak terpengaruh siklus ekonomi. Permintaan yang stabil membuat fluktuasi pendapatan lebih terkendali.

Stabilitas ini tercermin pada pergerakan harga saham yang jarang membentuk tren ekstrem.

Volatilitas yang lebih rendah

Dibanding sektor growth atau siklikal, sektor defensif cenderung memiliki volatilitas lebih rendah. Pergerakan harga sering bolak-balik dalam rentang tertentu.

Kondisi ini mendukung strategi yang mengandalkan pembalikan harga ke rata-rata.

Reaksi pasar yang lebih terukur

Berita atau data ekonomi biasanya tidak memicu lonjakan harga berlebihan di sektor defensif. Reaksi pasar cenderung lebih moderat dan cepat mereda.

Hal ini meningkatkan probabilitas harga kembali ke area keseimbangan.

Kecenderungan sideways dalam kondisi normal

Saat tidak ada krisis besar atau perubahan struktural, saham defensif sering bergerak sideways. Pola ini menciptakan peluang mean reversion yang lebih konsisten.

Menurut Investopedia, strategi mean reversion cenderung lebih efektif pada aset dengan volatilitas moderat dan pola range-bound.

Cara Mean Reversion Bekerja di Sektor Defensif

Memahami mekanisme strategi membantu trader menghindari ekspektasi yang keliru.

Fokus pada deviasi dari harga rata-rata

Mean reversion trading mencari kondisi ketika harga bergerak terlalu jauh dari rata-rata historisnya. Di sektor defensif, deviasi ini sering dipicu sentimen jangka pendek.

Setelah sentimen mereda, harga cenderung kembali mendekati rata-rata.

Mengandalkan level teknikal sederhana

Level seperti moving average, support, dan resistance sering bekerja lebih konsisten di saham defensif. Harga cenderung menghormati level-level ini.

Pendekatan sederhana sering lebih efektif daripada indikator kompleks.

Waktu holding yang relatif singkat hingga menengah

Mean reversion di sektor defensif biasanya tidak membutuhkan holding sangat panjang. Targetnya adalah pembalikan harga, bukan pembentukan tren baru.

Ini membedakannya dari strategi trend following.

Risiko Mean Reversion Trading di Sektor Defensif

Meski terlihat lebih stabil, strategi ini tetap memiliki risiko.

Breakdown struktural yang mengubah karakter saham

Tidak semua pergerakan ekstrem bersifat sementara.

Jika ada perubahan struktural pada bisnis atau regulasi, harga bisa tidak kembali ke rata-rata.

Mean reversion gagal ketika asumsi stabilitas tidak lagi berlaku.

Tren kuat saat krisis pasar

Dalam kondisi krisis besar, bahkan sektor defensif bisa membentuk tren turun yang berkelanjutan. Mengandalkan pembalikan harga di fase ini berisiko tinggi.

Konteks pasar tetap harus diperhatikan.

Overconfidence karena tingkat kemenangan tinggi

Mean reversion sering memiliki win rate yang relatif tinggi, tetapi rasio risk-reward bisa kecil.

Overconfidence dapat membuat trader memperbesar posisi tanpa kontrol.

Makanya, manajemen risiko menjadi krusial.

Entry terlalu dini tanpa konfirmasi

Masuk terlalu cepat hanya karena harga terlihat “murah” sering berujung pada drawdown. Konfirmasi tetap dibutuhkan meski sektor defensif lebih stabil.

Seperti kata GO Markets, kegagalan strategi reversion sering terjadi karena mengabaikan konteks makro dan perubahan fundamental.

Pendekatan Mean Reversion yang Lebih Rasional

Agar strategi tetap berkelanjutan, pendekatan perlu dibatasi dengan aturan yang jelas.

Gunakan sektor defensif sebagai konteks utama

Mean reversion lebih efektif ketika diterapkan di sektor yang memang stabil.

Memaksakan strategi ini di sektor volatile meningkatkan risiko.

Pemilihan aset adalah langkah pertama yang krusial.

Tetapkan batas risiko yang ketat

Karena potensi tren tetap ada, stop loss harus ditentukan sejak awal.

Mean reversion bukan alasan untuk menahan posisi tanpa batas.

Disiplin risiko menjaga konsistensi jangka panjang.

Hindari strategi saat volatilitas ekstrem

Ketika pasar memasuki fase panic atau euforia besar, karakter defensif bisa berubah sementara.

Menghindari trading di fase ini sering lebih bijak. Tidak semua kondisi pasar cocok untuk reversion.

Evaluasi berbasis proses, bukan hasil tunggal

Beberapa trade gagal tidak berarti strategi salah.

Evaluasi perlu melihat konsistensi eksekusi dan kepatuhan pada aturan.

Pendekatan ini membantu menjaga objektivitas.

Kesimpulan

Mean reversion trading di sektor defensif memanfaatkan stabilitas permintaan, volatilitas yang lebih rendah, dan kecenderungan harga bergerak dalam rentang. Karakter ini membuat sektor defensif lebih cocok untuk strategi pembalikan harga dibanding sektor yang sangat trending.

Namun, strategi ini tetap memiliki risiko, terutama saat terjadi perubahan struktural atau krisis pasar.

Pendekatan yang rasional adalah memahami konteks sektor, menerapkan manajemen risiko ketat, dan tidak mengandalkan asumsi pembalikan harga secara membabi buta.

Terapkan pendekatan ini saat mulai trading di aplikasi Gotrade Indonesia dan pastikan kamu trading dengan aman!

FAQ

1. Apa itu mean reversion trading?
Strategi trading yang mengasumsikan harga akan kembali ke nilai rata-ratanya setelah bergerak terlalu jauh.

2. Mengapa sektor defensif cocok untuk mean reversion?
Karena volatilitasnya lebih rendah dan pergerakan harga cenderung range-bound.

3. Apa risiko utama strategi mean reversion?
Breakdown struktural dan tren kuat yang membuat harga tidak kembali ke rata-rata.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade