ETF Obligasi vs ETF Saham: Perbedaan Fungsi, Risiko, Karakter

ETF Obligasi vs ETF Saham: Perbedaan Fungsi, Risiko, Karakter

Share this article

ETF obligasi vs ETF saham sering menjadi pertanyaan utama bagi investor yang ingin membangun portofolio seimbang. Keduanya sama-sama berbentuk Exchange Traded Fund, tetapi memiliki karakter, risiko, dan fungsi yang sangat berbeda. Tanpa memahami perbedaan ini, diversifikasi aset bisa terasa semu dan tidak bekerja optimal saat pasar bergejolak.

ETF saham merepresentasikan kepemilikan pada aset berisiko yang berorientasi pertumbuhan, sementara ETF obligasi lebih fokus pada stabilitas dan pendapatan. Perbedaan ini membuat keduanya sering dipadukan dalam satu portofolio untuk menyeimbangkan risiko dan return.

Untuk menentukan alokasi yang tepat, investor perlu memahami karakter masing-masing ETF serta bagaimana korelasi dan risikonya bekerja.

Mengenal ETF Obligasi dan ETF Saham

Sebelum membandingkan, penting memahami dasar dari masing-masing instrumen.

Apa itu ETF obligasi?

ETF obligasi adalah ETF yang berisi kumpulan obligasi, baik obligasi pemerintah maupun korporasi. Tujuan utamanya adalah memberikan pendapatan relatif stabil melalui kupon obligasi.

Harga ETF obligasi dipengaruhi suku bunga, durasi, dan risiko kredit.

Mengenal ETF saham

ETF saham berisi kumpulan saham yang biasanya merepresentasikan indeks, sektor, atau tema tertentu. Fokus utamanya adalah pertumbuhan nilai investasi.

Pergerakan ETF saham sangat dipengaruhi kinerja pasar saham dan sentimen risiko.

Perbedaan sumber return

ETF obligasi menghasilkan return dari kupon dan perubahan harga obligasi. ETF saham mengandalkan kenaikan harga saham dan dividen.

Perbedaan ini menciptakan profil risiko yang kontras.

Horizon penggunaan yang berbeda

ETF obligasi sering digunakan untuk stabilitas jangka menengah. ETF saham lebih cocok untuk pertumbuhan jangka panjang.

Keduanya melayani tujuan investasi yang berbeda.

Perbedaan ETF Obligasi vs ETF Saham dalam Portofolio

Perbedaan utama terlihat jelas dari fungsi masing-masing dalam portofolio.

1. Fungsi sebagai aset defensif dan agresif

ETF obligasi berperan sebagai aset defensif yang membantu meredam volatilitas portofolio. ETF saham berfungsi sebagai aset agresif yang mendorong pertumbuhan.

Kombinasi keduanya membantu menjaga keseimbangan risiko.

2. Respons terhadap kondisi pasar

Saat pasar saham terkoreksi, ETF obligasi sering lebih stabil atau bahkan menguat. Sebaliknya, ETF saham cenderung lebih volatil saat sentimen negatif.

Namun, kondisi ini bergantung pada siklus suku bunga dan ekonomi.

3. Dampak inflasi dan suku bunga

ETF saham umumnya lebih tahan terhadap inflasi dalam jangka panjang karena perusahaan bisa menaikkan harga. ETF obligasi lebih rentan terhadap kenaikan suku bunga.

Faktor makro ini penting dalam menentukan alokasi.

4. Perbedaan potensi return

Dalam jangka panjang, ETF saham biasanya menawarkan potensi return lebih tinggi. ETF obligasi menawarkan return lebih rendah tetapi lebih stabil.

Trade-off ini menjadi dasar strategi diversifikasi aset.

5. Peran dalam manajemen risiko

ETF obligasi membantu mengurangi drawdown portofolio. ETF saham meningkatkan potensi volatilitas tetapi juga potensi imbal hasil.

Perpaduan keduanya meningkatkan efisiensi portofolio.

Dilansir dari Investopedia, kombinasi saham dan obligasi digunakan investor untuk menyeimbangkan risiko dan return sepanjang siklus pasar.

Risiko dan Karakter Volatilitas ETF Obligasi dan ETF Saham

Masing-masing ETF memiliki risiko spesifik yang perlu dipahami.

1. Risiko utama ETF obligasi

Risiko utama ETF obligasi adalah risiko suku bunga dan risiko kredit. Saat suku bunga naik, harga ETF obligasi bisa turun.

Risiko ini sering diremehkan karena obligasi dianggap aman.

2. Risiko utama ETF saham

ETF saham menghadapi risiko pasar dan volatilitas tinggi. Koreksi pasar saham bisa berdampak signifikan pada nilai ETF.

Sentimen global sangat memengaruhi pergerakannya.

3. Perbedaan volatilitas harian

ETF saham cenderung bergerak lebih agresif secara harian. ETF obligasi biasanya lebih stabil, meski tetap bisa berfluktuasi.

Perbedaan ini memengaruhi kenyamanan investor.

4. Risiko korelasi saat krisis

Dalam kondisi krisis ekstrem, korelasi antara saham dan obligasi bisa berubah. ETF obligasi tidak selalu menjadi pelindung sempurna.

Hal ini perlu diantisipasi dalam strategi portofolio.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan, pemahaman risiko dan diversifikasi lintas aset penting untuk menjaga stabilitas portofolio investasi.

Korelasi ETF Obligasi dan ETF Saham dalam Diversifikasi Aset

Korelasi menjadi alasan utama menggabungkan ETF obligasi dan ETF saham.

1. Korelasi rendah dalam kondisi normal

Dalam kondisi pasar normal, ETF obligasi dan ETF saham sering memiliki korelasi rendah atau negatif. Hal ini membantu meredam fluktuasi portofolio.

Diversifikasi ini meningkatkan konsistensi kinerja.

2. Perubahan korelasi sepanjang siklus pasar

Korelasi tidak statis dan bisa berubah tergantung fase siklus ekonomi. Saat inflasi tinggi atau suku bunga naik cepat, obligasi dan saham bisa turun bersamaan.

Memahami dinamika ini membantu pengambilan keputusan.

3. Pentingnya penyesuaian alokasi

Alokasi ETF obligasi dan ETF saham perlu disesuaikan dengan tujuan, horizon waktu, dan toleransi risiko investor.

Tidak ada komposisi yang berlaku untuk semua orang.

4. Diversifikasi lintas durasi dan sektor

Diversifikasi tidak hanya antara saham dan obligasi, tetapi juga di dalam masing-masing kelas aset.

Pendekatan ini membantu memperhalus profil risiko.

Kapan Menggunakan ETF Obligasi atau ETF Saham

Pemilihan ETF bergantung pada konteks dan tujuan.

ETF saham lebih cocok untuk investor dengan horizon panjang dan toleransi risiko tinggi. ETF obligasi lebih relevan bagi investor yang mengutamakan stabilitas atau mendekati tujuan keuangan.

Kombinasi keduanya sering menjadi pendekatan paling seimbang.

Kesimpulan

ETF obligasi vs ETF saham memiliki perbedaan mendasar dari sisi fungsi, risiko, dan peran dalam portofolio. ETF saham menawarkan potensi pertumbuhan lebih tinggi dengan volatilitas besar, sementara ETF obligasi memberikan stabilitas dan perlindungan relatif.

Dengan memahami karakter dan korelasi keduanya, investor dapat membangun diversifikasi aset yang lebih efektif dan adaptif terhadap siklus pasar.

Jika kamu ingin mulai membangun portofolio ETF obligasi dan ETF saham global secara terukur, kamu bisa melakukannya melalui aplikasi Gotrade Indonesia.

FAQ

Apa perbedaan utama ETF obligasi dan ETF saham?
ETF obligasi fokus pada pendapatan dan stabilitas, sedangkan ETF saham berorientasi pada pertumbuhan dan return jangka panjang.

Apakah ETF obligasi selalu lebih aman daripada ETF saham?
Tidak selalu. ETF obligasi tetap memiliki risiko suku bunga dan kredit, terutama saat suku bunga naik.

Apakah sebaiknya memiliki ETF obligasi dan ETF saham sekaligus?
Ya, kombinasi keduanya membantu diversifikasi aset dan menyeimbangkan risiko serta return portofolio.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade