Dalam dunia investasi, volatilitas sering dijadikan indikator utama risiko. Aset dengan volatilitas rendah dianggap lebih aman, sementara volatilitas tinggi sering dihindari. Namun, pendekatan ini sering menyesatkan karena tidak selalu mencerminkan kerugian nyata yang dialami investor.
Di sinilah pentingnya memahami drawdown vs volatility. Keduanya mengukur risiko dari sudut yang berbeda, dan volatilitas rendah tidak selalu berarti drawdown yang kecil.
Pengertian Drawdown dan Volatility
Apa itu drawdown?
Drawdown adalah penurunan nilai portofolio dari puncak tertinggi ke titik terendah sebelum kembali pulih. Drawdown mengukur kerugian maksimum yang benar-benar dialami investor dalam suatu periode.
Drawdown bersifat aktual dan emosional karena langsung memengaruhi nilai portofolio dan psikologi investor.
Apa itu volatilitas?
Volatilitas adalah ukuran seberapa besar fluktuasi harga dalam periode tertentu. Volatilitas tinggi berarti harga sering bergerak naik dan turun secara signifikan.
Volatilitas tidak membedakan arah. Harga bisa sangat volatil tetapi tetap berakhir di level yang sama.
Perbedaan fokus pengukuran
Volatilitas mengukur seberapa sering dan seberapa besar harga bergerak, sementara drawdown mengukur seberapa dalam kerugian dari puncak ke dasar.
Keduanya penting, tetapi menjawab pertanyaan risiko yang berbeda.
Perbedaan Utama Drawdown vs Volatility
Volatilitas tinggi tidak selalu berarti drawdown besar
Aset dengan volatilitas tinggi bisa mengalami banyak fluktuasi, tetapi jika pergerakan naik dan turun relatif seimbang, drawdown bisa tetap terbatas.
Contohnya, aset trading aktif yang cepat pulih setelah koreksi.
Volatilitas rendah bisa menyembunyikan drawdown besar
Aset dengan volatilitas rendah sering terlihat stabil. Namun, jika terjadi penurunan bertahap tanpa banyak fluktuasi, drawdown bisa menjadi signifikan.
Penurunan lambat dan konsisten sering luput dari perhatian hingga kerugian sudah dalam.
Drawdown lebih relevan dengan ketahanan investor
Drawdown menentukan apakah investor mampu bertahan secara psikologis dan finansial. Kerugian besar membutuhkan waktu pemulihan yang jauh lebih lama.
Volatilitas hanya memberi gambaran dinamika harga, bukan dampak akhir.
Menurut Investopedia, drawdown sering menjadi metrik yang lebih relevan untuk menilai risiko jangka panjang dibanding volatilitas semata.
Kenapa Volatilitas Rendah Tidak Menjamin Drawdown Kecil
Risiko koreksi struktural
Aset dengan volatilitas rendah sering berada di tren stabil. Ketika tren ini berakhir, koreksi bisa bersifat struktural dan dalam.
Karena jarang terkoreksi sebelumnya, investor sering terlambat bereaksi.
Ilusi stabilitas
Volatilitas rendah menciptakan rasa aman palsu. Investor cenderung menambah eksposur tanpa menyadari risiko akumulasi.
Saat koreksi terjadi, posisi yang terlalu besar memperbesar drawdown.
Ketergantungan pada satu sumber return
Aset dengan volatilitas rendah sering bergantung pada satu faktor pendorong. Ketika faktor tersebut berubah, harga bisa turun signifikan tanpa peringatan volatilitas sebelumnya.
Berdasarkan situs Mastertrust, banyak strategi low volatility mengalami drawdown besar saat rezim market berubah.
Cara Mengelola Drawdown dan Volatility Secara Bersamaan
Fokus pada manajemen risiko, bukan hanya fluktuasi
Mengelola risiko berarti membatasi potensi drawdown, bukan menghindari volatilitas sepenuhnya. Volatilitas adalah bagian alami market.
Pendekatan ini membantu menjaga eksposur tetap rasional.
Gunakan diversifikasi yang realistis
Diversifikasi membantu mengurangi drawdown, tetapi tidak menghilangkan risiko sepenuhnya. Korelasi bisa meningkat saat market stres.
Diversifikasi sebaiknya dipadukan dengan kontrol ukuran posisi.
Sesuaikan strategi dengan toleransi drawdown
Setiap investor memiliki batas drawdown yang berbeda. Menyesuaikan strategi dengan toleransi ini lebih penting daripada mengejar return maksimal.
Strategi yang nyaman dijalankan lebih berkelanjutan.
Evaluasi performa dengan dua metrik
Menggunakan volatilitas dan drawdown secara bersamaan memberi gambaran risiko yang lebih lengkap. Satu metrik saja sering menyesatkan.
Keseimbangan keduanya membantu pengambilan keputusan yang lebih objektif.
Kesimpulan
Drawdown vs volatility adalah perbandingan penting dalam memahami risiko investasi. Volatilitas mengukur fluktuasi harga, sementara drawdown menunjukkan kerugian nyata yang dialami investor.
Volatilitas rendah tidak menjamin drawdown kecil. Tanpa manajemen risiko yang tepat, aset yang terlihat stabil justru bisa menghasilkan kerugian besar. Dengan memahami kedua metrik ini, investor dapat menyusun strategi yang lebih realistis dan berkelanjutan.
Pantau volatilitas dan drawdown portofoliomu secara berkala untuk memahami risiko secara lebih utuh. Gunakan data real-time dan charting TradingView di Gotrade Indonesia untuk mengevaluasi kinerja investasi dengan perspektif yang lebih objektif.
FAQ
Apa perbedaan drawdown dan volatilitas?
Volatilitas mengukur fluktuasi harga, sedangkan drawdown mengukur penurunan nilai dari puncak ke titik terendah.
Apakah aset volatil selalu berisiko tinggi?
Tidak selalu. Volatilitas tinggi bisa dikelola jika drawdown tetap terkendali.
Kenapa drawdown penting bagi investor jangka panjang?
Karena drawdown menentukan ketahanan psikologis dan waktu pemulihan portofolio.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.











