Menentukan apakah sebuah saham tergolong mahal atau murah sering terlihat sederhana, tetapi justru di sinilah banyak investor terjebak overconfidence. Rasio terlihat rendah, proyeksi terlihat menarik, lalu keputusan diambil terlalu cepat tanpa mempertimbangkan konteks yang lebih luas.
Padahal, valuasi saham bukan soal satu angka atau satu model. Menilai valuasi saham secara sehat membutuhkan pendekatan bertahap, pemahaman keterbatasan analisis, serta disiplin untuk tidak memaksakan kesimpulan. Artikel ini membahas cara praktis menilai mahal atau murahnya saham dengan pendekatan yang lebih rasional dan rendah bias.
Memahami Makna “Mahal” dan “Murah” dalam Konteks Valuasi
Mahal dan murah selalu bersifat relatif
Saham disebut mahal atau murah bukan karena harga nominalnya, tetapi karena ekspektasi yang melekat di balik harga tersebut. Harga USD 300 bisa murah untuk perusahaan dengan pertumbuhan kuat, tetapi USD 10 bisa mahal untuk bisnis yang stagnan.
Karena itu, membandingkan harga tanpa konteks sering menyesatkan.
Valuasi adalah rentang, bukan angka pasti
Tidak ada satu nilai intrinsik yang presisi. Valuasi lebih tepat dipahami sebagai rentang estimasi yang dipengaruhi asumsi pertumbuhan, margin, dan risiko.
Investor yang rasional memahami bahwa selalu ada margin kesalahan dalam setiap perhitungan.
Konteks sektor dan fase bisnis sangat menentukan
Valuasi perusahaan teknologi biasanya lebih tinggi dibanding sektor defensif karena ekspektasi pertumbuhan. Di sisi lain, sektor siklikal sering terlihat murah di puncak siklus dan mahal di dasar siklus.
Tanpa memahami fase bisnis, angka valuasi bisa dibaca terbalik.
Melansir Investopedia, valuasi harus selalu dibaca dalam konteks industri dan siklus ekonomi, bukan berdiri sendiri.
Cara Praktis Menilai Saham Mahal atau Murah
Bandingkan dengan historis valuasinya sendiri
Langkah awal yang sederhana adalah membandingkan valuasi saham saat ini dengan rata-rata historisnya. Ini membantu melihat apakah pasar sedang memberi premi atau diskon relatif terhadap masa lalu.
Namun, perubahan model bisnis atau struktur pendapatan tetap harus diperhitungkan.
Gunakan perbandingan relatif dengan perusahaan sejenis
Membandingkan rasio dengan peer membantu memberi konteks apakah valuasi tersebut wajar. Jika satu saham jauh lebih murah, pertanyaannya bukan “kenapa murah”, tetapi “risiko apa yang sedang dihargai pasar”.
Valuasi rendah sering mencerminkan ketidakpastian, bukan peluang gratis.
Fokus pada arah fundamental, bukan angka statis
Valuasi hari ini mencerminkan ekspektasi masa depan. Perhatikan arah pendapatan, margin, dan arus kas, bukan hanya level saat ini.
Saham dengan valuasi tinggi tetapi fundamental membaik bisa lebih rasional dibanding saham murah dengan fundamental menurun.
Perhatikan ekspektasi yang sudah tertanam di harga
Harga saham bukan hanya mencerminkan kinerja saat ini, tetapi ekspektasi ke depan. Saham bisa terlihat mahal karena pasar berharap pertumbuhan agresif.
Risiko muncul jika ekspektasi tersebut terlalu optimistis dan sulit dipenuhi.
Gunakan lebih dari satu sudut pandang valuasi
Mengandalkan satu metrik seperti PER atau PBV sering menciptakan rasa percaya diri palsu. Setiap metrik punya kelemahan masing-masing.
Pendekatan multi-metrik membantu menyeimbangkan bias dan memberi gambaran lebih utuh.
Gunakan skenario, bukan satu asumsi
Alih-alih satu proyeksi, buat beberapa skenario: optimistis, moderat, dan konservatif. Ini membantu melihat bagaimana valuasi berubah saat asumsi meleset.
Pendekatan skenario menurunkan risiko overconfidence.
Sisakan margin of safety
Margin of safety memberi ruang kesalahan dalam asumsi. Semakin besar ketidakpastian bisnis atau makro, semakin besar margin yang dibutuhkan.
Ini bukan soal mencari harga termurah, tetapi mengelola risiko salah.
Pisahkan analisis dari keputusan beli
Menilai saham murah tidak otomatis berarti harus membeli. Valuasi adalah alat bantu, bukan tombol aksi.
Disiplin memisahkan analisis dan eksekusi membantu menghindari keputusan impulsif.
Menurut Morningstar, banyak kesalahan investor terjadi karena menganggap valuasi sebagai kepastian, bukan estimasi.
Penyebab Investor Overconfidence
Terlalu percaya pada satu angka
Satu rasio yang terlihat “menarik” sering membuat investor menutup mata terhadap risiko lain seperti leverage, siklus industri, atau tekanan margin.
Angka sederhana sering memberi rasa aman palsu.
Bias terhadap saham yang sudah dimiliki
Investor cenderung menilai saham miliknya lebih murah dari kenyataan. Bias kepemilikan membuat evaluasi menjadi tidak seimbang.
Valuasi harus tetap objektif, meski melibatkan emosi.
Mengabaikan faktor makro dan siklus
Suku bunga, likuiditas, dan siklus ekonomi memengaruhi wajar atau tidaknya sebuah valuasi. Saham yang terlihat murah di era suku bunga tinggi bisa jadi mahal secara risiko.
Valuasi tanpa konteks makro sering berujung salah baca.
Kesimpulan
Menilai saham mahal atau murah bukan tentang menemukan angka sempurna, tetapi memahami konteks, ekspektasi, dan keterbatasan analisis. Overconfidence muncul ketika valuasi diperlakukan sebagai kepastian, bukan estimasi.
Dengan pendekatan praktis, perbandingan yang relevan, dan disiplin menjaga objektivitas, valuasi saham dapat menjadi alat bantu keputusan yang sehat, bukan sumber keyakinan berlebihan.
Gunakan pendekatan valuasi yang rasional dan kontekstual saat menganalisis saham. Pantau data fundamental dan pergerakan market langsung melalui Gotrade Indonesia agar keputusan investasimu tetap terukur.
Download aplikasi Gotrade Indonesia sekarang!
FAQ
Apakah saham dengan rasio rendah selalu murah?
Tidak. Rasio rendah bisa mencerminkan risiko bisnis atau prospek pertumbuhan yang melemah.
Apakah valuasi bisa digunakan untuk timing beli saham?
Valuasi membantu menilai harga wajar, tetapi kurang efektif untuk timing jangka pendek.
Bagaimana cara menghindari overconfidence saat menilai saham?
Gunakan beberapa sudut pandang, skenario berbeda, dan selalu sertakan margin of safety.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.











