2. Registrasi akun dan buka tabungan emas
Setelah aplikasi terpasang:
-
Daftar akun menggunakan nomor HP aktif
-
Pilih menu Buka Tabungan Emas
-
Isi data diri lengkap dan unggah foto KTP asli
Di tahap ini, kamu juga akan diminta memilih cabang Pegadaian terdekat untuk keperluan administrasi.
3. Aktivasi rekening tabungan emas
Setelah data diverifikasi, lakukan pembayaran biaya pembukaan rekening.
Melalui aplikasi, biasanya terdapat promo bebas biaya fasilitas titipan untuk tahun pertama, sehingga biaya awal relatif terjangkau.
4. Beli emas atau top up saldo emas
Jika rekening sudah aktif:
Fleksibilitas ini memudahkan kamu menyesuaikan pembelian dengan kondisi keuangan.
Sebelum membayar:
Langkah ini penting agar kamu benar-benar paham nilai emas yang dibeli.
6. Lakukan pembayaran
Pilih metode pembayaran yang tersedia, seperti:
Setelah pembayaran berhasil, saldo emas digital akan otomatis bertambah di akunmu.
7. Pantau saldo dan harga emas secara berkala
Setelah memiliki emas digital, biasakan memantau:
Tujuannya agar keputusan tambah beli atau berhenti sementara tetap rasional, bukan emosional.
8. Cetak emas fisik jika dibutuhkan
Jika suatu saat kamu ingin memegang emas fisik:
Fitur ini membuat emas digital Pegadaian fleksibel, baik untuk tabungan maupun kepemilikan fisik.
Harga Emas Mahal? Beli ETF Emas!
Saat harga emas naik tinggi, tantangan yang sering muncul adalah spread yang melebar dan rasa “takut ketinggalan”. Di kondisi seperti ini, sebagian investor mulai mencari alternatif agar tetap punya eksposur ke tema emas tanpa harus membeli emas fisik atau digital di harga yang terasa penuh.
Salah satu alternatif yang sering dipertimbangkan adalah ETF sektor emas seperti GDX, yang bisa diakses lewat Gotrade Indonesia.
Memahami karakter GDX
GDX bukan emas fisik. ETF ini berisi saham perusahaan tambang emas global, sehingga pergerakannya dipengaruhi:
Artinya, GDX bisa bergerak lebih agresif dibanding emas, baik saat naik maupun turun.
Kenapa GDX sering jadi alternatif saat harga emas tinggi
Ketika harga emas naik, margin perusahaan tambang berpotensi membaik.
Hal ini membuat ETF GDX sering dipilih untuk mendapatkan eksposur emas dengan pendekatan berbeda, terutama bagi investor yang ingin fleksibilitas pasar global.
Risiko yang perlu diperhatikan
Karena berbasis saham, GDX juga membawa risiko:
Karena itu, GDX sebaiknya diposisikan sebagai pelengkap portofolio, bukan pengganti penuh emas fisik atau tabungan emas.
Cara beli GDX di Gotrade Indonesia
Langkah umumnya cukup sederhana:
- Jika belum punya aplikasi atau akunnya, klik di sini untuk download.
-
Cari ticker GDX di aplikasi Gotrade Indonesia.
-
Tentukan tujuan investasi atau trading.
-
Gunakan pendekatan bertahap jika harga sedang tinggi.
-
Tetapkan batas alokasi agar risiko tetap terkendali.
Dengan Gotrade, kamu bisa mengakses saham dan ETF AS secara praktis dari Indonesia.
Kesimpulan
Cara beli emas digital di Pegadaian kini semakin mudah lewat aplikasi Pegadaian Digital dengan layanan Tabungan Emas. Kamu bisa mulai dari nominal kecil, membeli bertahap, dan bahkan mencetak emas fisik jika dibutuhkan. Namun, saat harga emas terasa sudah mahal, penting untuk tetap disiplin agar tidak membeli karena FOMO.
Sebagai alternatif, ETF sektor emas seperti GDX bisa menjadi opsi untuk tetap mendapatkan eksposur tema emas dengan fleksibilitas pasar global. Kamu bisa mengakses dan membeli GDX lewat Gotrade Indonesia, lalu mengelola investasi emas dengan strategi yang lebih terukur.
Mulai akses saham dan ETF AS lewat Gotrade Indonesia, dan kelola eksposur emasmu dengan pendekatan yang lebih disiplin.
FAQ
Apakah emas digital Pegadaian aman untuk pemula?
Emas digital Pegadaian relatif ramah pemula karena bisa dimulai dari nominal kecil dan dikelola lewat aplikasi resmi Pegadaian.
Apakah emas digital Pegadaian bisa dicetak menjadi emas fisik?
Bisa. Kamu dapat mencetak emas fisik melalui aplikasi dengan memilih denominasi dan merek tertentu, seperti Antam atau Galeri 24.
Jika harga emas mahal, apakah GDX bisa jadi alternatif?
Bisa, dengan catatan GDX adalah ETF saham perusahaan tambang emas, bukan emas spot. Volatilitasnya lebih tinggi, sehingga perlu manajemen risiko yang disiplin.