Bear market adalah fase pasar ketika harga aset turun secara signifikan dan sentimen investor didominasi rasa takut serta ketidakpastian. Dalam kondisi market bearish, tujuan utama investor dan trader bukan lagi mengejar return tinggi, melainkan melindungi portofolio agar kerugian tidak semakin dalam.
Banyak kesalahan finansial justru terjadi saat bear market karena keputusan dibuat secara emosional. Padahal, dengan strategi investasi dan trading yang tepat, fase ini bisa dilalui dengan lebih tenang, bahkan menjadi fondasi yang baik untuk fase market berikutnya.
Strategi Investasi dan Trading saat Bear Market
1. Prioritaskan capital preservation
Dalam bear market, menjaga modal jauh lebih penting daripada mengejar peluang spekulatif. Penurunan pasar yang dalam bisa membuat recovery membutuhkan waktu lama jika kerugian terlalu besar.
Bagi investor, ini berarti menurunkan eksposur pada aset berisiko tinggi. Bagi trader, ini berarti memperkecil ukuran posisi dan tidak memaksakan trading.
2. Kurangi risiko lewat penyesuaian alokasi aset
Bear market menuntut penyesuaian alokasi aset yang lebih defensif. Tujuannya bukan untuk "kabur" dari pasar, tetapi untuk menurunkan volatilitas portofolio.
Beberapa pendekatan yang bisa dipertimbangkan, dikutip dari IG Group:
- Mengurangi porsi saham berisiko tinggi
- Menambah aset yang lebih stabil atau likuid
- Menyediakan cash buffer yang memadai
Langkah ini membantu menjaga fleksibilitas saat kondisi pasar belum jelas.
3. Fokus pada aset berkualitas dan defensif
Tidak semua saham terdampak bear market dengan intensitas yang sama. Perusahaan dengan arus kas stabil, neraca kuat, dan model bisnis defensif cenderung lebih tahan tekanan.
Untuk investasi, fokus pada kualitas membantu mengurangi drawdown ekstrem. Untuk trading, saham defensif biasanya memiliki pergerakan yang lebih terukur dan tidak terlalu liar.
4. Gunakan ETF sebagai alat pengelolaan risiko
ETF dapat membantu investor tetap berada di pasar tanpa harus mengambil risiko single stock yang besar. ETF indeks luas atau ETF sektor defensif sering menjadi pilihan untuk menjaga eksposur secara terkendali.
Pendekatan ini cocok bagi investor yang ingin tetap disiplin tanpa harus sering melakukan transaksi aktif.
5. Perketat aturan risk management untuk trading
Bear market bukan kondisi ideal untuk agresif trading. Volatilitas tinggi sering disertai pergerakan yang tidak terstruktur dan false signal.
Beberapa penyesuaian penting untuk trader:
- Ukuran posisi lebih kecil dari kondisi normal
- Stop loss lebih disiplin
- Hindari overtrading akibat frustrasi
Trading di market bearish menuntut kesabaran ekstra.
6. Jangan memaksakan strategi bull market
Salah satu kesalahan umum adalah tetap menggunakan strategi bull market di bear market. Strategi momentum agresif sering gagal karena tren utama pasar sedang turun.
Adaptasi strategi jauh lebih penting daripada konsistensi gaya yang kaku.
7. Manfaatkan waktu untuk evaluasi, bukan aksi berlebihan
Bear market adalah waktu yang baik untuk mengevaluasi strategi, jurnal trading, dan struktur portofolio. Mengurangi aktivitas transaksi justru memberi ruang untuk berpikir jernih.
Investor dan trader yang mampu "berhenti sejenak" sering keluar dari bear market dengan posisi mental dan finansial yang lebih sehat.
8. Kelola emosi dan ekspektasi secara realistis
Market bearish menguji psikologi lebih keras daripada bull market. Melihat portofolio turun bisa memicu panic selling atau keputusan impulsif.
Menyadari bahwa bear market adalah bagian normal dari siklus pasar membantu menjaga perspektif jangka panjang. Tidak semua penurunan harus direspons dengan aksi cepat.
Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Bear Market
Terlalu cepat mengejar "bottom"
Mencoba menebak titik terendah sering berujung kerugian tambahan. Lebih aman menunggu struktur pasar membaik daripada masuk terlalu dini.
Menggunakan leverage untuk "balas dendam"
Leverage di bear market memperbesar risiko kerugian dan tekanan psikologis. Kesalahan kecil bisa berdampak besar.
Menghentikan perencanaan keuangan sepenuhnya
Berhenti total tanpa rencana sering membuat investor kehilangan disiplin. Bear market tetap perlu dikelola dengan struktur dan tujuan yang jelas.
Kesimpulan
Bear market adalah fase yang menantang, tetapi bukan fase yang harus ditakuti secara berlebihan. Strategi investasi dan trading saat market bearish berfokus pada capital preservation, pengurangan risiko, dan kesabaran, bukan agresivitas.
Dengan menyesuaikan alokasi aset, memperketat manajemen risiko, dan mengendalikan emosi, investor dan trader dapat melindungi portofolio sambil menyiapkan diri untuk fase market berikutnya.
Melalui akses ke berbagai instrumen global di aplikasi Gotrade, kamu dapat tetap mengelola strategi secara fleksibel dan terukur meski pasar sedang berada dalam fase bear market. Download aplikasinya dan mulai trading!
FAQ
1. Apa itu bear market?
Bear market adalah kondisi pasar ketika harga aset turun signifikan dan sentimen investor cenderung negatif.
2. Apakah sebaiknya berhenti investasi saat bear market?
Tidak selalu. Fokusnya adalah menyesuaikan strategi dan risiko, bukan berhenti total.
3. Apa tujuan utama strategi di market bearish?
Melindungi modal dan menjaga fleksibilitas untuk fase market berikutnya.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.











